Putih Abu-abu Ku

Malam ini terasa kepenatan menjalari setiap inci tulang dalam tubuh. Tak memberi ruang untuk sekedar merasakan kedamaian tetesan tetesan hujan yang membahana menyentuh bumi. sudah lama aku tak berteman dengan hujan, bukan karena benci atau takut, tapi seolah banyak hal yang menjadi tak menarik belakangan ini. Tapi entah mengapa, di sela kepenatan ini hujan menjadi hal yang menarik untuk sekedar mendengarkan gemuruhnya di atas atap.
Flashback,,, bersama hujan ku menyentuh kembali kepingan kenangan tentang masa yang begitu indah untuk dikenang. Masa itu telah lama terlewat, kadang terlupa karena keangkuhan diri. Tapi ia tak akan pernah hilang, akan terus mengikuti dalam perjalanan, seolah mengukuhkan bahwa ia selalu ada dan telah menjadi sejarah. Aku tak tau, apakah ini juga berlaku bagi aktor nya yang lain karena tentu sejarah memiliki banyak pemain.
Kenangan itu tentang sebuah cinta yang terbangun melalui kebersamaan melewati derasnya cobaan. Bukan hendak mendramatisir keadaan, tapi itulah yang tertanam dalam ingatan. Tentang persahabatan yang diisi canda tawa, cerita, dan sejuta mimpi. Perjalanan itu terasa melelahkan ketika dialami, tapi begitu indah ketika waktu merampasnya dan membingkainya menjadi kenangan. Cerita itu memang sudah lama berlalu, tak lagi dilewati, tapi terasa ingin mengulangnya kembali.
Kehidupan yang diisi dengan rutinitas yang selalu dijalani. Saat lelah menggelayuti diri, pilihan jatuh pada bersandar di pelukan malam. Terkadang malam masih berbisik dengan cerita cerita pengisi asrama, mengantarkan dengan kisah masa lalu dan impian masa depan pada buaian mimpi. Ketika surya menyentuh, saling bergegas mengusir kantuk dan merapatkan diri pada seragam putih abu-abu. Tapi pagi tak sesunyi milik oranglain, pagi kami penuh dengan suara suara. Gelak tawa, bisik-bisik dekat pintu kamar mandi, nyanyian nyanyian kecil yang membuat asrama terasa tak pernah kehilangan kehidupannya, meskipun pagi baru menyongsong, ketika rumah lain masih terdengar sunyi.
Kehidupan putih abu-abu terasa begitu berwarna penuh nada, ada cinta dan tawa. Bercerita tentang cowok cowok menarik di sekolah adalah pilihan utama saat duduk bersama menyantap makan siang di meja makan besar asrama. Kemudian aktivitaspun berpindah ke kamar tidur sekedar duduk dan bercengkerama atau mengisi ruang tengah dengan membaca novel atau komik. Itu siang yang indah, tenang tapi penuh harmoni. Ketika mentari beranjak ke arah barat, menurunkan sedikit suhu mentari, berkumpul di luar dengan aroma yang berbeda terasa begitu menarik. Hanya sekedar menikmati ketenangan dan keramaian aktivitas di sore hari. Gelak tawa terdengar membahana dari gadis gadis muda pemilik mimpi dan harapan.
Kemudian malampun kembali mendekat tepat pada waktunya. Hidup terasa singkat diisi dengan kebahagiaan. Dan kini semua hanya tinggal kenengan, kehidupan sederhana di pojok suatu negeri, tapi membekas karena warnanya begitu cemerlang. Dia tetap hanya kenangan, tapi takkan pernah bisa terganti tempatnya di sudut ingatan terdalam.
 
This story is ours
                                                                            _Unggul Girls_

TakdirNya Untukku …___

Malam ini aku ketiduran dari ba’da maghrib, dan baru kebangun jam 23.00
Mata hendak dipejamkan lagi, tapi udah ga ngantuk… >.<
Banyak hal yang tiba-tiba terlintas, tentang kuliah, skripsi, kerjaan lain yang belum terselesaikan, semua seolah menumpuk dalam fikiran. Juga tentang masa depan yang terkadang membuat ku gamang.. tak jarang diri bertanya pada hati sendiri, akankah ku mampu menjalani semua yang awalnya hanya sebatas impian dan cita, sekarang seolah sudah menjadi takdir yang Allah titipkan untukku.
 Sebuah cita-cita untuk menjadi Dokter… itu memang impianku sejak dulu, membantu orang yang membutuhkan. Setiap kali ku lihat aktifitas mama dengan pasiennya, terlihat sangat sibuk memang, tapi ketika orang itu kembali bertemu dengan mama di lain kesempatan sambil berkata “ Terimaksih ya buk, sekarang saya sudah sehat, bisa kembali bekerja “ atau juga orang-orang yang memberikan mama sedikit sayuran gratis saat kami keliling pasar tradisional untuk berbelanja. Bukan sayur gratisannya yang menarik perhatiaku, tapi ada rasa senang, rasa puas, saat kita mampu menjadi BERARTI bagi oranglain.
 Cita-cita itu tumbuh begitu tinggi, begitu kuat menancap dalam keinginanku.. I want to do something for the other, want to be mean for the other, I want to be a Doctor ^.^
Itulah tekad jiwa mudaku…
Perjuangannnya memang tidaklah mudah. Ku harus berdamai dengan diri sendiri untuk tetap fokus dan konsisten dengan hidupku. Menjauhkan diri dari kehidupan yang neko-neko, tidak mau bersahabat dengan “santai”, fokus pada cita-cita
Apakah semua itu menjemukan??? Tentu saja iya.. tapi ada rasa kepuasan ketika ku mampu mencapai target yang kuinginkan. Dan cita-cita itu ternyata tak pernah mati dengan semua hal yang terlihat menjemukan itu. Ada tekad di dalam diriku, bahwa “I Must to do it, i want to reach mydream”
 Setelah lulus SMA, aku tetap mengikuti bimbel untuk jaga-jaga jika lamaranku melalui PMDK ke fakultas kedokteran yang ku inginkan ditolak. Aku sendiri tidak punya Plan B atauu Plan C, di benakku hanya ada Plan A, jadi akupun agak bingung sendiri mau melangkah kemana jika Plan A ku yang tanpa Plan cadangan ini gagal. Namun Alhamdulillah… Puji Syukur ku ucap pada sang Illahi yang Maha Tinggi,,, Allah ternyata mengijabah do’a dan keinginanku. Aku diterima di fakultas kedokteran di sebuah universitas negeri, inilah yang selama ini ku dambakan.
^.^
Sekian lama ku berjalan mengikuti waktu, aku melihat banyak hal yang kembali mengingatkanku atas kasihNya. Banyak orang di luar sana yang hadir dalam kehidupanku, mereka ingin berada di tempat yang aku inginkan, tapi Allah memberinya tempat lain, yang mungkin disanalah tempat terbaik mereka untuk berada. Lamaku tercenung… Semua karena Dia, Allah yang Maha Agung. Tanpa keinginanNya aku tak akan berada disini, dan karena itulah aku harus melakukan yang terbaik atas kesempatan ini. Tapi rasanya sampai sekarangpun aku belum bisa melakukan yang terbaik L
Mungkin memang disinilah takdirku, sama halnya dengan teman-teman yang lain dengan takdirnya masing-masing. Allah memberikan kita tempat yang memang disanalah tempat terbaik bagi kita berada, tempat yang kita mampu melakukan hal terbaik disana.
Jadi… aku kembali teringat tentang kegusaran dan kegamanganku tentang masa depan. Kini sudah ada jawabannya,,, kenapa harus gamang dengan masa depan?? Allah menuntunku pada jalan ini, pada takdirNya. Itu karena tentunya Allah telah mengukur kemampuanku, dan memang disinilah aku harusnya berada, dan dengan inilah aku nanti akan menjalani hidup karena Dialah yang Maha Tahu🙂
Amiiiinnnn…. ^.6

PESONAMU DALAM KERINDUANKU

By. Cintya Agreayu Dinata

 

 Malam mendekati selubung siang

Merangkak dalam bisu dengan langkah pasti

Tak memeberi sedikitpun ruang tuk mengelak

Hingga diri terbebat lagi dalam kesunyian yang pekat

Dan rasa itu kembali menyergap jiwa

 

Rindu… kata itu begitu sederhana

Tak ada kesulitan dalam mengeja

Namun mampu membelenggu raga dan rasa

Menghilangkan semua bahasa dalam sukma

 

Dia… yang mampu merubuhkan penolakan

Dengan perlahan menambal setiap inci kekosongan

Yang akhirnya memiliki semua relung jiwa

Tak bersisa, bahkan untuk rasa sakitpun kini sirna

 

Dia… obat dari semua kepedihan

Merangkul raga dalam keheningan yang bisu

Namun terasa hangat dalam genggamnya

Tak ada lagi mimpi buruk, yang ada hanya harapan

 

Dia… dialah yang kini memenjarakan hati

Menciptakan rindu yang tak mampu ku halau

 

Setiap detile pesonanya terekam begitu terang

Denting tawanya, ketenangan dalam senyumnya

Tatapan damainya, semua terlukis sangat nyata

Seolah dia selalu ada disini, tak sedikitpun beranjak

Mengaburkan jarak pemisah yang sebenarnya nyata

 

Aku disini… dalam rindu yang membuncah

Berdamai dengan waktu

Dalam dekapan gambaran dirimu yang nyata

Hingga pertemuan itu kembali milik kita

 

“Benarkah Cinta Itu Sederhana…??”

Aku sedikit terinspirasi dengan sebuah kata CINTA…

Yang kemudian membuatku tertarik untuk menulis ini di blogg-ku yang masih sangat sederhana ini ^.^

Kata orang “cinta itu sederhana“.. Tapi menurutku tidak, cinta itu tidak sesederhana itu, karena banyak hal yang seringkali tak mampu terungkap dan juga diterima dengan logika semata. Bahkan ketika perasaan yang diagungkan, semua malah terasa semakin membingungkan lagi mengecewakan…

Benar ga??? Yah…,, coba aja deh teman2 ingat kembali masa ketika sebuah hati dipertaruhkan untuk sebuah cinta yang diharapkan (aku yakin semua pernah, meskipun hanya sekedar merasakannya ^.^)

CUEK, kadang itu hanya sebuah jalan untuk menutupi sesuatu yang bergolak dihati, berharap dia mengerti perasaan kita tapi malu jika perasaan itu diketahuinya. Tapi pernahkah berfikir, justru baginya keCUEKan itu dianggap sebagai tanda penolakan, berfikir “Mungkin dia malu bersamaku…..:(“, “kenapa yah, dia ga pernah nanya aku kenapa saat aku terlihat ga mood?”, dan banyak statement kekecewaan lainnya yang bakalan muncul….

Pernah ga teman melakukannya atau merasakan hal diatas? Atau mungkin yang satu ini,,,,,

Berdasarkan riset yang dilakukan,,, banyak sekali mereka yang mencintai seseorang justru terlihat mengHINDARInya. Kenapa??? Berdasarkan alasan yang mereka ungkapkan,”Mungkin dengan menghindar dia tidak akan mengetahui perasaanku, aku malu jika dia tahu”, atau… “Aku mungkin lebih baik menghindarinya, dia terlihat tidak menyukaiku, dengan begini aku belajar melupakannya…”

Apa teman juga pernah melakukannya?? Atau yang ini……

TANDA-TANDA.., atau yang disebut “Sign” pada istilah asingnya. Melihat tanda-tanda dari sikapnya kepada kita. Ketika dia tiba-tiba menelpon dan menanyakan sebuah tugas, kita bertanya “Hm…jangan2 ini tanda yang dikasihnya, kenapa dia nelpon aku, bukan yang lain???”, atau ketika dia menawarkan tebengan pada kita, kitapun mulai bertanya-tanya dalam hati “Jangan2 ini emang tanda-tandanya, kenapa dia ngasih tebengan ke aku? Aku ga pernah lihat dia ngasih tebengan pada teman-teman cewek sebelumnya…”… Tapi kadangkala semua tanda itu kembali berujung pada kekecewaan

Ternyata disuatu kesempatan dia juga ngasih tebengan ke teman lain, atau memberikan tempat duduknya pada teman cewek yang lagi sakit, semua statement kekecewaan kembali muncul “Aaahhh…mungkin dia emang ga suka sama aku…. >.<” Sementara di lain pihak, dia yang bersikap baik pada teman2 lain justru ingin memperlihatkan ke kita bahwa dia adalah pria/wanita yang baik atau sekedar menutupi perhatiannya pada kita karena malu perasaannya kita ketahui….

Mungkinkah teman-teman pembaca pernah mengalami hal-hal di atas???

Itu hanya segelintir kecil dari ratusan perasaan yang berkecamuk ketika CINTA diharapkan hadir dalam hatinya.. Itulah mengapa aku bilang CINTA itu ga sesederhana sebuah kesetiaan atau keikhlasan atas kebahagiaannya…

“Ketika berani membuka hati untuk hadirnya cinta, persiapkanlah ruang di hatimu untuk berjuta kecewa, putus asa dan juga kebahagiaan….”

Tapi guys,,,, aku punya sebuah kalimat yang sedikit banyaknya mampu memberikan keteguhan atas jalannya CINTA dalam kehidupan ini….

“Jika itu memang CINTA, percayalah……. dia akan menemukan jalannya sendiri menuju hatimu dan hatinya”

So… percayalah pada keajaiban CINTA atas rahmat TUHAN… tak perlu diuber, cukup kamu merasakannya dan bersikaplah wajar seperti apa adanya kamu yang sesungguhnya. Jangan berharap sesuatu yang muluk, jangan jadikan hal2 kecil jadi tanda yang memang kamu harapkan keberadaannya, jangan cepat menyimpulkan sikapnya sebagai sebuah penolakan. Karena sebelum semua ada bukti nyatanya, itu tak lebih dari ARGUMEN semata…

Yups….. Cinta Itu Rumit, tapi ia punya jalannya sendiri untuk menuju muaranya. Biarkan ia datang dengan keinginannya, jangan dipaksa, jangan diharap karena hatimu tak cukup mampu menerima damba yang tak mampu digapai….

^.^

___…Say good Bye…__

Kini,,,, seakan semua jawab terpampang dari deret tanya yang slama ini ragu.. Berdenting dari hal yang terdengar dan terasa, mangusik setiap jengkal jiwa yang terduduk membisu di ujung malam. Semua bermula dari mimpi yang slalu dipuja, dari bayang yang slalu menggembala dalam tidur pemilik mimpi ini.

Akhir itu sering memilukan dari sedikitnya kesenangan yang tergapai. Indah yang kadang hanya sesaat tanpa sempat memiliki seakan mampu menggoreskan luka terdalam yang akankah mampu terobati kembali….. Titik ini terasa menjemukan, membuat diri jengah pada seribu alasan terciptanya keadaan..Tapi arah itu setidaknya telah terlihat, tak lagi tertutup kabut kebimbangan, karena badai yang malam ini datang kan menghalau kabut itu menjauh dari pandangan, meskipun ia kan meninggalkan jejak-jejak kehancuran…..

Kosong, bukanlah kata yang tepat… Hampa juga tak bisa mendeskripsikan… Hanya ada aku dan selebihnya ruangan tanpa isi…. Terasa menyesakkan di tengah ruangan lapang tanpa penghuni, kemana ku kan kembali? Ke pelukan mimpi itu tak mungkin lagi karena ku tlah putuskan untuk terjaga dan tak lagi mengenal malam dengan seribu alasannya membawaku kembali bermimpi… Namun siangpun terasa begitu terang, terasa begitu menjemukan……

Aku disini, menunggu sesuatu yang tak nyata yang kuyakini dia ada……

Selamat Tinggal Mimpi..,,,

Kini,,,, yang harus mampu kubangun adalah sebuah keikhlasan atas damba yang tak tergapai, atas ingin yang harus terabai… awalnya memang mimpi terasa nyata, serasa mampu menggapai awan, namun yang kudapati hanyalah fatamorgana dari kesepian dan kekosongan jiwa…
Tak apa,, itulah jawab yang kutemukan atas semua sesal dalam harapan. Tak apa,, itulah kata yang harusnya mampu kutanam dalam hati, untuk semua penantian yang akhirnya tak bertepi.
Semua telah ku coba ungkapkan pada jiwa yang kudamba, ku benamkan semua keegoisan untuk cinta yang kuyakini ada. Ku rasa semua perjuanganpun berakhir disini, setelah kuyakini tak akan ada lagi harap, karena tenangnya mimpi telah terusik oleh terangnya mentari. Itu pertanda siang telah datang, sadarkan diri untuk terjaga dari mimpi yang panjang…
Kamu mungkin memang tak mencintai hati ini, kamu mungkin memang tak menyayangi raga ini, tak apa…… setidaknya ku telah mencoba mengetuk hidupmu, menghapus semua kecut dalam hatiku untuk mampu berjalan melangkahi batas keberanianku hanya untuk mencoba masuk dalam kelamnya hatimu.
Setelah isyarat ku bisikkan padamu, setelah semua kasih coba ku sentuhkan padamu, ternyata memang tak ada lagi harap yang mampu kupertahankan tuk gapai cintamu.
Biarlah,,, semua rasa ini bersemi hanya di hati. Ku kan melangkah pergi dengan perlahan, menjauhi pinggir mimpimu, tak kan lagi mencoba masuk tanpa permisi, karena ku tau itu kan mengganggumu…
Esok atau suatu saat nanti, ku tau kau kan bahagia dengan pilihan hatimu dan kuyakin ku kan temukan kebahagiaanku meski tanpa dirimu.
Maaf atas semua kelancanganku, aku tak pernah bermaksud mengusikmu. Aku hanya mencoba menggapai kebahagiaan semu yang kini kusadari tak nyata. Kebahagiaanku ternyata bukanlah padamu, harapan semu ini kan kubuang jauh sebelum ku banar-benar melangkah meninggalkan kisahmu.
Setidaknya kau tau aku menyayangimu dari semua isyarat yang coba kuberikan untukmu, meskipun kau tak izinkan raga ini membuktikan betapa tulus cinta yang kumiliki untukmu.
Kau tau apa yang kau mau, kau tau apa yang kau tuju, dan ku tau apa yang harus kulakukan. Pergi….. menjauh…… dan tak mengusikmu lagi dengan semua mimpi ini.
Selamat tinggal kisahku, selamat tinggal cerita indah yang sempat kurangkai dalam pekatnya malam bersandar pada indahnya mimpi. Suatu hari kisah ini kan berbeda, berlanjut dengan harapan yang baru. Semua ini takkan ku sesali, karena mencintaimu mengajarkanku untuk sebuah keikhlasan atas harap yang tak tergapai. Cerita ini mengajarkanku sebuah harapan yang tertanam tapi tak mesti harus ku petik….. *_*  ^,^

Hilang tanpa pernah ku sentuh dan terjawab

Apa yang bisa diungkapkan ketika semua kata terjebak dalam fikiran??? Apa yang bisa ditafsirkan, ketika tak ada bahasa yang teruraikan?

Semua tetap bisu dalam kesenyapan, dan ketulusanpun tak mampu menembus lembaran-lembaran kalbu… Semua tetap bertahta diatas keangkuhan, memilih diam dan tak bersuara….,,

Hari ini sama seperti sebelumnya, tak ada perubahan dalam ingatan dan gemercik udara pun masih sama senyapnya seperti sebelumnya….

Hari ini sama seperti hari lalu, tak ada gerak dalam hatimu yang mampu kuterjemahkan dalam bahasa sederhana yang logis dan bisa diterima, masih tetap abstrak untuk diungkapkan…

Tapi,,, setelah kubiarkan hati lebih dalam melihatmu, kubiarkan hati lebih peka merasa,, ku tau ada yang berubah…. Ternyata dinding itu kini kian tebal dan menjulang, serasa nyata memberi jarak pemisah, tak membiarkanku menyentuh mimpimu….

Dan kini kurasakan rasa itu kian membuncah,, untuk sesuatu yang kudamba yang kemudian kuperjuangkan…. Kini kubiarkan semua hilang sebelum pernah kusentuh dan terjawab….

Takkan ada lagi yang tersisa dari asa yang dulu begitu agung memuja, takkan ada lagi harap dari jiwa yang begitu tulus mendamba,,,, semua mati sebelum pernah kau sentuh

Dan jika suatu hari nanti kau temukan jejakku pernah melangkah diluar batas mimpimu, aku sudah lama menjauh tanpa pernah mengetuk ….. *_*